SEJARAH Kereta Api
Kehadiran kereta api di Indonesia ditandai dengan pencangkulan pertama pembangunan jalan KA di desa Kemijen, Jum’at tanggal 17 Juni 1864 oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Mr. L.A.J Baron Sloet van den Beele. Pembangunan diprakarsai oleh “Naamlooze Venoo
tschap Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij” (NV. NISM) yang dipimpin oleh Ir. J.P de Bordes dari Kemijen menuju desa Tanggung (26 Km) dengan lebar sepur 1435 mm. Ruas jalan ini dibuka untuk angkutan umum pada hari Sabtu, 10 Agustus 1867.
Keberhasilan swasta, NV. NISM membangun jalan KA antara Kemijen - Tanggung, yang kemudian pada tanggal 10 Februari 1870 dapat menghubungkan kota Semarang - Surakarta (110 Km), akhirnya mendorong minat investor untuk membangun jalan KA di daerah lainnya. Tidak mengherankan, kalau pertumbuhan panjang jalan rel antara 1864 - 1900 tumbuh de-ngan pesat. Kalau tahun 1867 baru 25 Km, tahun 1870 menjadi 110 Km, tahun 1880 mencapai 405 Km, tahun 1890 menjadi 1.427 Km dan pada tahun 1900 menjadi 3.338 Km. Selain di Jawa, pembangunan jalan KA juga dilakukan di Aceh (1874), Sumatera Utara (1886), Sumatera Barat (1891), Sumatera Selatan (1914), bahkan tahun 1922 di Sulawasi juga telah dibangun jalan KA sepanjang 47 Km antara Makasar--Takalar, yang pengoperasiannya dilakukan tanggal 1 Juli 1923, sisanya Ujungpandang - Maros belum sempat diselesaikan. Sedangkan di Kalimantan, meskipun belum sempat dibangun, studi jalan KA Pontianak - Sambas (220 Km) sudah diselesaikan. Demikian juga di pulau Bali dan Lombok, pernah dilakukan studi pembangunan jalan KA. Sampai dengan tahun 1939, panjang jalan KA di Indonesia mencapai 6.811 Km. Tetapi, pada tahun 1950 panjangnya berkurang menjadi 5.910 km, kurang Iebih 901 Km raib, yang diperkirakan karena dibongkar semasa pendudukan Jepang dan diangkut ke Burma untuk pembangunan jalan KA di sana. Jenis jalan rel KA di Indonesia semula dibedakan dengan lebar sepur 1.067 mm; 750 mm (di Aceh) dan 600 mm di beberapa lintas cabang dan tram kota. Jalan rel yang dibongkar semasa pendudukan Jepang (1942 - 1943) sepanjang 473 Km, sedangkan jalan KA yang dibangun semasa pendudukan Jepang adalah 83 km antara Bayah - Cikara dan 220 Km antara Muaro - Pekanbaru. Ironisnya, dengan teknologi yang seadanya, jalan KA Muaro - Pekanbaru diprogramkan selesai pembangunannya selama 15 bulan yang mempekerjakan 27.500 orang, 25.000 diantaranya adalah Romusha. Jalan yang melintasi rawa-rawa, perbukitan, serta sungai yang deras arusnya ini, banyak menelan korban yang makamnya bertebaran sepanjang Muaro- Pekanbaru. Monumen Hari Kereta Api 28 September 1945 dan Lokomotif Uap D 52099 Setelah kemerdekaan Indonesia diproklamir-kan pada tanggal 17 Agustus 1945, karyawan KA yang tergabung dalam “Angkatan Moeda Kereta Api” (AMKA) mengambil alih kekuasa-an perkeretaapian dari pihak Jepang. Peristiwa bersejarah tersebut terjadi pada tanggal 28 September 1945. Pembacaan pernyataan sikap oleh Ismangil dan sejumlah anggota AMKA lainnya, menegaskan bahwa mulai tanggal 28 September 1945 kekuasaan perkeretaapian berada di tangan bangsa Indonesia. Orang Jepang tidak diperbolehkan campur tangan lagi urusan perkeretaapi-an di Indonesia. Inilah yang melandasi ditetapkannya 28 September 1945 sebagai Hari Kereta Api di Indonesia, serta dibentuknya “Djawatan Kereta Api Republik Indonesia” (DKARI). Ringkasan Sejarah Perkeretaapian Indonesia Periode Status Dasar Hukum Th. 1864 Pertama kali dibangun Jalan Rel sepanjang 26 km antara Kemijen Tanggung oleh Pemerintah Hindia Belanda 1864 s.d 1945 Staat Spoorwegen (SS) Verenigde Spoorwegenbedrifj (VS) Deli Spoorwegen Maatschappij (DSM) IBW 1945 s.d 1950 DKA IBW 1950 s.d 1963 DKA - RI IBW 1963 s.d 1971 PNKA PP. No. 22 Th. 1963 1971 s.d.1991 PJKA PP. No. 61 Th. 1971 1991 s.d 1998 PERUMKA PP. No. 57 Th. 1990 1998 s.d. 2010 PT. KERETA API (Persero) PP. No. 19 Th. 1998 Keppres No. 39 Th. 1999 Akte Notaris Imas Fatimah Mei 2010 s.d sekarang PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) Instruksi Direksi No. 16/OT.203/KA 2010 KOMISARIS Sebagai BUMN PT Kereta Api Indonesia (Persero) berpedoman pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), termasuk penetapan Rencana Kerja Anggaran Tahunan juga ditetapkan dan diputuskan melalui RUPS yang unsurnya terdiri dari : A. Pemegang Saham 1. Kuasa Pemegang Saham: Deputi Bidang Usaha Logistik dan Pariwisata 2. Pendamping Kuasa Pemegang Saham: Asisten Deputi Urusan Usaha Sarana Angkutan dan Pariwisata B. Dewan Komisaris Iman Haryatna Komisaris Utama Martinus Suwasono Anggota Komisaris Abi Kusno Anggota Komisaris Yahya Ombara Anggota Komisaris Ashwin Sasongko Anggota Komisaris Herry Bakti Anggota Komisaris DIREKSI Ignasius Jonan Direktur Utama Darmawan Daud Wakil Direktur Utama Kurniadi Atmosasmito Direktur Keuangan Judarso Widiyono Direktur Teknik Bambang Irawan Direktur Operasi Joko Margono Direktur SDM dan Umum Rono Pradipto Direktur Keselamatan dan Keamanan Sulistyo Wimbo Hardjito Direktur Komersial VISI DAN MISI Visi Menjadi penyedia jasa perkeretaapian terbaik yang fokus pada pelayanan pelanggan dan memenuhi harapan stakeholders Misi Menyelenggarakan bisnis perkeretaapian dan bisnis usaha penunjangnya, melalui praktek bisnis dan model organisasi terbaik untuk memberikan nilai tambah yang tinggi bagi stakeholders dan kelestarian lingkungan berdasarkan 4 pilar utama : keselamatan, ketepatan waktu, pelayanan dan kenyamanan Keselamatan Ketepatan Waktu Pelayanan Kenyamanan ARTI LOGO 3 Garis melengkung melambangkan gerakan yang dinamis PT KAI dalam mencapai Visi dan Misinya. 2 Garis warna orange melambangkan proses Pelayanan Prima (Kepuasan Pelanggan) yang ditujukan kepada pelanggan internal dan eksternal. Anak panah berwarna putih melambangkan Nilai Integritas, yang harus dimiliki insan PT KAI dalam mewujudkan Pelayanan Prima. 1 Garis lengkung berwarna biru melambangkan semangat Inovasi yang harus dilakukan dalam memberikan nilai tambah ke stakeholders. (Inovasi dilakukan dengan semangat sinergi di semua bidang dan dimulai dari hal yang paling kecil sehingga dapat melesat.) BUDAYA PERUSAHAAN INTEGRITAS Kami insan PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) bertindak konsisten sesuai dengan nilai-nilai kebijakan organisasi dan kode etik perusahaan. Memiliki pemahaman dan keinginan untuk menyesuaikan diri dengan kebijakan dan etika tersebut dan bertindak secara konsisten walaupun sulit untuk melakukannya. PROFESIONAL Kami insan PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) memiliki kemampuan dan penguasaan dalam bidang pengetahuan yang terkait dengan pekerjaan, mampu menguasai untuk menggunakan, mengembangkan, membagikan pengetahuan yang terkait dengan pekerjaan kepada orang lain. KESELAMATAN Kami insan PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) memiliki sifat tanpa kompromi dan konsisten dalam menjalankan atau menciptakan sistem atau proses kerja yang mempunyai potensi resiko yang rendah terhadap terjadinya kecelakaan dan menjaga aset perusahaan dari kemungkinan terjadinya kerugian. INOVASI Kami insan PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) selalu menumbuh kembangkan gagasan baru, melakukan tindakan perbaikan yang berkelanjutan dan menciptakan lingkungan kondusif untuk berkreasi sehingga memberikan nilai tambah bagi stakeholder. PELAYANAN PRIMA Kami insan PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) akan memberikan pelayanan yang terbaik yang sesuai dengan standar mutu yang memuaskan dan sesuai harapan atau melebihi harapan pelanggan dengan memenuhi 6 A unsur pokok: Ability (Kemampuan), Attitude (Sikap), Appearance (Penampilan), Attention (Perhatian), Action (Tindakan), dan Accountability (Tanggung jawab). KA PENUMPANG Sebagai perusahaan yang mengelola perkeretaapian di Indonesia, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) telah banyak mengoperasikan KA penumpangnya, baik KA Utama (Komersil dan Non Komersil), maupun KA Lokal di Jawa dan Sumatera, yang terdiri dari : - KA Eksekutif - KA Ekonomi AC - KA Bisnis - KA Ekonomi - KA Campuran - KA Lokal (Eksekutif, Bisnis dan Ekonomi - KRL Pelayanan Penumpang RESTORASI Setiap Rangkaian Kereta Api kami lengkapi dengan Kereta Makan yang berguna sebagai Restorasi. Restorasi melayani makan dan minum selama perjalanan anda. Terdapat menu-menu khas Kereta Api yang dapat dinikmati pelanggan. Kru Restorasi terdiri dari : Koki, Prama dan Prami yang siap melayani pelanggan kami di dalam perjalanan. KRU KA Kru KA adalah petugas Kereta Api yang bertanggung jawab selama dalam perjalanan. Kru KA terdiri dari: Masinis, Assisten Masinis, Kondektur, Teknisi KA dan Runner AC. Mereka secara profesional terlatih untuk melayani pelanggan Kereta Api. MANAGER ON DUTTY Seorang Manager On Duty berperan sebagai Customer Service kami yang menemani perjalanan penumpang Kereta Api. Siap menerima kritik, saran, komplain guna memenuhi kebutuhan pelanggan akan pelayanan yang prima. ON TRAIN CLEANING Petugas On Train Cleaning (OTC) bertugas menjaga kebersihan Kereta Api selama dalam perjalanan. Terdapat dua petugas OTC di setiap Kerata yang siap melayani pelanggan kami. Peta Rute Jalur KA Selain ini dalam layanan produk kami menyediakan : Titam, Paket rombongan, kereta wisata, reservasi tiket, KA Barang, Pelayanan angkutan, syarat dan ketentuan, pengguna jasa, Sewa Aset Railway, Aset iion Railway, prosedur sewa. INFORMASI MEDIA 1. Press Release BELI TIKET KERETA SEMAKIN MUDAH DENGAN FASTPAY Details Published on 17 April 2012 Yogyakarta, 13 April 2012. PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) bekerjasama dengan PT. Bimasakti Multiwealth, meluncurkan layanan reservasi tiket KA secara online melalui FASTPAY di Stasiun Tugu Yogyakarta, Jumat (14/4). Launching ini secara simbolis dilakukan oleh Walikota Yogyakarta, Drs. H.Haryadi Suyuti, Direktur Komersial PT. KAI, Sulistyo Wimbo Hardjito dan Direktur PT. Bimasakti Multiwealth, Ibnu Sunanto Peluncuran FASTPAY ini bertujuan untuk memberikan kemudahan pelanggan setia kereta api dalam mendapatkan tiket kereta tanpa harus antri di loket stasiun kereta api. FASTPAY merupakan layanan Payment Point Online Banking (PPOB) yang dapat melayani pembelian tiket KA secara online dan akurat. FASTPAY memiliki lebih dari 15.000 gerai PPOB dan terus bertambah, minimal 1000 loket per bulan sehingga makin mendekati calon penumpang untuk melakukan reservasi tiket kereta api. Prosedur pemesanan cukup mudah. Calon penumpang tinggal mendatangi gerai-gerai FASTPAY yang sudah tersebar luas di seluruh Indonesia, baik yang berada di dekat stasiun kereta api ataupun di lokasi-lokasi strategis lainnya. Setelah melakukan pembelian tiket KA melalui loket FASTPAY, calon penumpang akan mendapatkan notifikasi berupa informasi “KODE BOOKING”, jadwal kereta, nama penumpang, nomor identitas, dan juga harga tiket yang akan dikirim langsung melalui SMS ke nomor ponsel pelanggan. Dengan SMS Notifikasi tersebut, meski “TANPA DISERTAI STRUK PEMBELIAN” (karena nomor ponsel pelanggan dan kode booking sudah diverifikasi oleh PT. KAI sebagai calon penumpang resmi layanan KAI), calon penumpang dapat menukarkannya dengan tiket kereta api di loket stasiun sebelum keberangkatan. Direktur Komersial PT. KAI, Sulistyo Wimbo Hardjito menyambut gembira kerja sama ini, berharap dengan layanan FASTPAY ini, akan semakin memudahkan para pelanggan setia kereta api untuk mendapatkan tiket kereta api. Selain melalui FASTPAY, reservasi tiket kereta api juga dapat dilakukan pada 90 hari sebelum sampai dengan 6 jam sebelum keberangkatan melalui Contact Center 121, agen tiket KA, kantor pos, mobile ticket online, layanan drive thru, Indomaret dan CIMB Clicks. “Disamping itu pembelian tiket harus disertakan identitas penumpang, sehingga dapat mempersempit ruang gerak para calo tiket”, demikian VP Public Relations, Sugeng Priyono menambahakan. Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi: Marketing FASTPAY Bapak Bagus, HP 082131477899 VP Public Relations PT. KAI Sugeng Priyono, HP. 081357045799 atau email: sugeng.priyono@kereta-api.co.id 2. Berita KA 3. Rekrutment 4. E-procurement 5. Keterbukaan informasi public 6. Kesehatan & keselamatan SOSIAL PERUSAHAAN Partisipasi CSR Dalam Gerakan Cikapundung Bersih 2009 CSR merupakan bagian dari PT. KA berpartisipasi dalam gerakan Cikapundung Bersih yang dilaksanakan oleh Pemkot Bandung. PT. KAI Daop 1 Jakarta, Salurkan Dana PKBL PT Kereta Api Indonesia (Persero) – Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta kembali mengucurkan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) kepada 6 (enam) usahawan kecil di lingkungan Daop 1 Jakarta. Kegiatan ini merupakan sebagai wujud kepedulian perusahaan terhadap lingkungannya. Pemberian bantuan kredit pembinaan usaha kecil tersebut diserahkan langsung oleh EVP 1 Jakarta Purnomo Radiq selaku Pembina Tim PKBL Daop 1, di ruang VIP stasiun Gambir , Senin, 12 Desember 2011. EVP Daop 1 Jak, Purnomo Radiq (kedua kiri) secara simbolis memberikan bantuan kredit pembinaan kepada salah satu mitra binaan. Kegiatan ini sebelumnya pernah diberikan kepada 4 (empat) usahawan kecil pada tahun 2010, tepatnya tangal 29 Nopember 2010 di ruang VIP stasiun Jakartakota. Dalam pengarahannya, EVP 1 Jakarta Purnomo Radiq selaku pembina PKBL Daop 1 mengatakan pemberian kredit usaha ini hendaknya dapat digunakan sebaik-baiknya sebagai modal awal untuk mengembangkan usaha yang selama ini telah dirintis. “Kami berharap, kepada penerima pinjaman kredit yang telah terpilih untuk dapat mengembangkan usahannya sehingga menjadi besar. Sehingga proses pengembalian uang lancar dan nantinya dapat digunakan oleh usahawan lainnya” pinta Radiq. Radiq menambahkan, tidak semua yang mengajukan pinjaman kredit di-approve karena sebelumnya harus diikutkan pada proses seleksi administrasi. Hal senada juga disampaikan Senior Manager Keuangan, Sutadi, selaku ketua PKBL Daop 1 Jakarta, mengatakan agar tidak menyulitkan penerima kredit hendaknya jika sudah waktunya membayar angsuran sebaiknya langsung dibayar. “Kalau sudah waktunya membayar angsuran sebaiknya cepat diselesaikan agar tidak menumpuk. Karena kelancaran dana tersebut dapat digunakan kembali oleh usahawan lainnya” ujar Sutadi. Enam usahawan yang lolos seleksi administrasi diantaranya: Hasyim Mustofa, dengan usaha Kios Klontong, Kurniawati , usaha pengangkutan barang/ekspedisi, Nurmah dengan usaha jasa pembayaran listrik online, Prihatin Budijono usaha kantin/ rumah makan, Wirama R dengan usaha rental mobil dan Fanty Anggraeni usaha Makanan dan minuman. (Humaska)
tschap Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij” (NV. NISM) yang dipimpin oleh Ir. J.P de Bordes dari Kemijen menuju desa Tanggung (26 Km) dengan lebar sepur 1435 mm. Ruas jalan ini dibuka untuk angkutan umum pada hari Sabtu, 10 Agustus 1867.
Keberhasilan swasta, NV. NISM membangun jalan KA antara Kemijen - Tanggung, yang kemudian pada tanggal 10 Februari 1870 dapat menghubungkan kota Semarang - Surakarta (110 Km), akhirnya mendorong minat investor untuk membangun jalan KA di daerah lainnya. Tidak mengherankan, kalau pertumbuhan panjang jalan rel antara 1864 - 1900 tumbuh de-ngan pesat. Kalau tahun 1867 baru 25 Km, tahun 1870 menjadi 110 Km, tahun 1880 mencapai 405 Km, tahun 1890 menjadi 1.427 Km dan pada tahun 1900 menjadi 3.338 Km. Selain di Jawa, pembangunan jalan KA juga dilakukan di Aceh (1874), Sumatera Utara (1886), Sumatera Barat (1891), Sumatera Selatan (1914), bahkan tahun 1922 di Sulawasi juga telah dibangun jalan KA sepanjang 47 Km antara Makasar--Takalar, yang pengoperasiannya dilakukan tanggal 1 Juli 1923, sisanya Ujungpandang - Maros belum sempat diselesaikan. Sedangkan di Kalimantan, meskipun belum sempat dibangun, studi jalan KA Pontianak - Sambas (220 Km) sudah diselesaikan. Demikian juga di pulau Bali dan Lombok, pernah dilakukan studi pembangunan jalan KA. Sampai dengan tahun 1939, panjang jalan KA di Indonesia mencapai 6.811 Km. Tetapi, pada tahun 1950 panjangnya berkurang menjadi 5.910 km, kurang Iebih 901 Km raib, yang diperkirakan karena dibongkar semasa pendudukan Jepang dan diangkut ke Burma untuk pembangunan jalan KA di sana. Jenis jalan rel KA di Indonesia semula dibedakan dengan lebar sepur 1.067 mm; 750 mm (di Aceh) dan 600 mm di beberapa lintas cabang dan tram kota. Jalan rel yang dibongkar semasa pendudukan Jepang (1942 - 1943) sepanjang 473 Km, sedangkan jalan KA yang dibangun semasa pendudukan Jepang adalah 83 km antara Bayah - Cikara dan 220 Km antara Muaro - Pekanbaru. Ironisnya, dengan teknologi yang seadanya, jalan KA Muaro - Pekanbaru diprogramkan selesai pembangunannya selama 15 bulan yang mempekerjakan 27.500 orang, 25.000 diantaranya adalah Romusha. Jalan yang melintasi rawa-rawa, perbukitan, serta sungai yang deras arusnya ini, banyak menelan korban yang makamnya bertebaran sepanjang Muaro- Pekanbaru. Monumen Hari Kereta Api 28 September 1945 dan Lokomotif Uap D 52099 Setelah kemerdekaan Indonesia diproklamir-kan pada tanggal 17 Agustus 1945, karyawan KA yang tergabung dalam “Angkatan Moeda Kereta Api” (AMKA) mengambil alih kekuasa-an perkeretaapian dari pihak Jepang. Peristiwa bersejarah tersebut terjadi pada tanggal 28 September 1945. Pembacaan pernyataan sikap oleh Ismangil dan sejumlah anggota AMKA lainnya, menegaskan bahwa mulai tanggal 28 September 1945 kekuasaan perkeretaapian berada di tangan bangsa Indonesia. Orang Jepang tidak diperbolehkan campur tangan lagi urusan perkeretaapi-an di Indonesia. Inilah yang melandasi ditetapkannya 28 September 1945 sebagai Hari Kereta Api di Indonesia, serta dibentuknya “Djawatan Kereta Api Republik Indonesia” (DKARI). Ringkasan Sejarah Perkeretaapian Indonesia Periode Status Dasar Hukum Th. 1864 Pertama kali dibangun Jalan Rel sepanjang 26 km antara Kemijen Tanggung oleh Pemerintah Hindia Belanda 1864 s.d 1945 Staat Spoorwegen (SS) Verenigde Spoorwegenbedrifj (VS) Deli Spoorwegen Maatschappij (DSM) IBW 1945 s.d 1950 DKA IBW 1950 s.d 1963 DKA - RI IBW 1963 s.d 1971 PNKA PP. No. 22 Th. 1963 1971 s.d.1991 PJKA PP. No. 61 Th. 1971 1991 s.d 1998 PERUMKA PP. No. 57 Th. 1990 1998 s.d. 2010 PT. KERETA API (Persero) PP. No. 19 Th. 1998 Keppres No. 39 Th. 1999 Akte Notaris Imas Fatimah Mei 2010 s.d sekarang PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) Instruksi Direksi No. 16/OT.203/KA 2010 KOMISARIS Sebagai BUMN PT Kereta Api Indonesia (Persero) berpedoman pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), termasuk penetapan Rencana Kerja Anggaran Tahunan juga ditetapkan dan diputuskan melalui RUPS yang unsurnya terdiri dari : A. Pemegang Saham 1. Kuasa Pemegang Saham: Deputi Bidang Usaha Logistik dan Pariwisata 2. Pendamping Kuasa Pemegang Saham: Asisten Deputi Urusan Usaha Sarana Angkutan dan Pariwisata B. Dewan Komisaris Iman Haryatna Komisaris Utama Martinus Suwasono Anggota Komisaris Abi Kusno Anggota Komisaris Yahya Ombara Anggota Komisaris Ashwin Sasongko Anggota Komisaris Herry Bakti Anggota Komisaris DIREKSI Ignasius Jonan Direktur Utama Darmawan Daud Wakil Direktur Utama Kurniadi Atmosasmito Direktur Keuangan Judarso Widiyono Direktur Teknik Bambang Irawan Direktur Operasi Joko Margono Direktur SDM dan Umum Rono Pradipto Direktur Keselamatan dan Keamanan Sulistyo Wimbo Hardjito Direktur Komersial VISI DAN MISI Visi Menjadi penyedia jasa perkeretaapian terbaik yang fokus pada pelayanan pelanggan dan memenuhi harapan stakeholders Misi Menyelenggarakan bisnis perkeretaapian dan bisnis usaha penunjangnya, melalui praktek bisnis dan model organisasi terbaik untuk memberikan nilai tambah yang tinggi bagi stakeholders dan kelestarian lingkungan berdasarkan 4 pilar utama : keselamatan, ketepatan waktu, pelayanan dan kenyamanan Keselamatan Ketepatan Waktu Pelayanan Kenyamanan ARTI LOGO 3 Garis melengkung melambangkan gerakan yang dinamis PT KAI dalam mencapai Visi dan Misinya. 2 Garis warna orange melambangkan proses Pelayanan Prima (Kepuasan Pelanggan) yang ditujukan kepada pelanggan internal dan eksternal. Anak panah berwarna putih melambangkan Nilai Integritas, yang harus dimiliki insan PT KAI dalam mewujudkan Pelayanan Prima. 1 Garis lengkung berwarna biru melambangkan semangat Inovasi yang harus dilakukan dalam memberikan nilai tambah ke stakeholders. (Inovasi dilakukan dengan semangat sinergi di semua bidang dan dimulai dari hal yang paling kecil sehingga dapat melesat.) BUDAYA PERUSAHAAN INTEGRITAS Kami insan PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) bertindak konsisten sesuai dengan nilai-nilai kebijakan organisasi dan kode etik perusahaan. Memiliki pemahaman dan keinginan untuk menyesuaikan diri dengan kebijakan dan etika tersebut dan bertindak secara konsisten walaupun sulit untuk melakukannya. PROFESIONAL Kami insan PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) memiliki kemampuan dan penguasaan dalam bidang pengetahuan yang terkait dengan pekerjaan, mampu menguasai untuk menggunakan, mengembangkan, membagikan pengetahuan yang terkait dengan pekerjaan kepada orang lain. KESELAMATAN Kami insan PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) memiliki sifat tanpa kompromi dan konsisten dalam menjalankan atau menciptakan sistem atau proses kerja yang mempunyai potensi resiko yang rendah terhadap terjadinya kecelakaan dan menjaga aset perusahaan dari kemungkinan terjadinya kerugian. INOVASI Kami insan PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) selalu menumbuh kembangkan gagasan baru, melakukan tindakan perbaikan yang berkelanjutan dan menciptakan lingkungan kondusif untuk berkreasi sehingga memberikan nilai tambah bagi stakeholder. PELAYANAN PRIMA Kami insan PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) akan memberikan pelayanan yang terbaik yang sesuai dengan standar mutu yang memuaskan dan sesuai harapan atau melebihi harapan pelanggan dengan memenuhi 6 A unsur pokok: Ability (Kemampuan), Attitude (Sikap), Appearance (Penampilan), Attention (Perhatian), Action (Tindakan), dan Accountability (Tanggung jawab). KA PENUMPANG Sebagai perusahaan yang mengelola perkeretaapian di Indonesia, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) telah banyak mengoperasikan KA penumpangnya, baik KA Utama (Komersil dan Non Komersil), maupun KA Lokal di Jawa dan Sumatera, yang terdiri dari : - KA Eksekutif - KA Ekonomi AC - KA Bisnis - KA Ekonomi - KA Campuran - KA Lokal (Eksekutif, Bisnis dan Ekonomi - KRL Pelayanan Penumpang RESTORASI Setiap Rangkaian Kereta Api kami lengkapi dengan Kereta Makan yang berguna sebagai Restorasi. Restorasi melayani makan dan minum selama perjalanan anda. Terdapat menu-menu khas Kereta Api yang dapat dinikmati pelanggan. Kru Restorasi terdiri dari : Koki, Prama dan Prami yang siap melayani pelanggan kami di dalam perjalanan. KRU KA Kru KA adalah petugas Kereta Api yang bertanggung jawab selama dalam perjalanan. Kru KA terdiri dari: Masinis, Assisten Masinis, Kondektur, Teknisi KA dan Runner AC. Mereka secara profesional terlatih untuk melayani pelanggan Kereta Api. MANAGER ON DUTTY Seorang Manager On Duty berperan sebagai Customer Service kami yang menemani perjalanan penumpang Kereta Api. Siap menerima kritik, saran, komplain guna memenuhi kebutuhan pelanggan akan pelayanan yang prima. ON TRAIN CLEANING Petugas On Train Cleaning (OTC) bertugas menjaga kebersihan Kereta Api selama dalam perjalanan. Terdapat dua petugas OTC di setiap Kerata yang siap melayani pelanggan kami. Peta Rute Jalur KA Selain ini dalam layanan produk kami menyediakan : Titam, Paket rombongan, kereta wisata, reservasi tiket, KA Barang, Pelayanan angkutan, syarat dan ketentuan, pengguna jasa, Sewa Aset Railway, Aset iion Railway, prosedur sewa. INFORMASI MEDIA 1. Press Release BELI TIKET KERETA SEMAKIN MUDAH DENGAN FASTPAY Details Published on 17 April 2012 Yogyakarta, 13 April 2012. PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) bekerjasama dengan PT. Bimasakti Multiwealth, meluncurkan layanan reservasi tiket KA secara online melalui FASTPAY di Stasiun Tugu Yogyakarta, Jumat (14/4). Launching ini secara simbolis dilakukan oleh Walikota Yogyakarta, Drs. H.Haryadi Suyuti, Direktur Komersial PT. KAI, Sulistyo Wimbo Hardjito dan Direktur PT. Bimasakti Multiwealth, Ibnu Sunanto Peluncuran FASTPAY ini bertujuan untuk memberikan kemudahan pelanggan setia kereta api dalam mendapatkan tiket kereta tanpa harus antri di loket stasiun kereta api. FASTPAY merupakan layanan Payment Point Online Banking (PPOB) yang dapat melayani pembelian tiket KA secara online dan akurat. FASTPAY memiliki lebih dari 15.000 gerai PPOB dan terus bertambah, minimal 1000 loket per bulan sehingga makin mendekati calon penumpang untuk melakukan reservasi tiket kereta api. Prosedur pemesanan cukup mudah. Calon penumpang tinggal mendatangi gerai-gerai FASTPAY yang sudah tersebar luas di seluruh Indonesia, baik yang berada di dekat stasiun kereta api ataupun di lokasi-lokasi strategis lainnya. Setelah melakukan pembelian tiket KA melalui loket FASTPAY, calon penumpang akan mendapatkan notifikasi berupa informasi “KODE BOOKING”, jadwal kereta, nama penumpang, nomor identitas, dan juga harga tiket yang akan dikirim langsung melalui SMS ke nomor ponsel pelanggan. Dengan SMS Notifikasi tersebut, meski “TANPA DISERTAI STRUK PEMBELIAN” (karena nomor ponsel pelanggan dan kode booking sudah diverifikasi oleh PT. KAI sebagai calon penumpang resmi layanan KAI), calon penumpang dapat menukarkannya dengan tiket kereta api di loket stasiun sebelum keberangkatan. Direktur Komersial PT. KAI, Sulistyo Wimbo Hardjito menyambut gembira kerja sama ini, berharap dengan layanan FASTPAY ini, akan semakin memudahkan para pelanggan setia kereta api untuk mendapatkan tiket kereta api. Selain melalui FASTPAY, reservasi tiket kereta api juga dapat dilakukan pada 90 hari sebelum sampai dengan 6 jam sebelum keberangkatan melalui Contact Center 121, agen tiket KA, kantor pos, mobile ticket online, layanan drive thru, Indomaret dan CIMB Clicks. “Disamping itu pembelian tiket harus disertakan identitas penumpang, sehingga dapat mempersempit ruang gerak para calo tiket”, demikian VP Public Relations, Sugeng Priyono menambahakan. Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi: Marketing FASTPAY Bapak Bagus, HP 082131477899 VP Public Relations PT. KAI Sugeng Priyono, HP. 081357045799 atau email: sugeng.priyono@kereta-api.co.id 2. Berita KA 3. Rekrutment 4. E-procurement 5. Keterbukaan informasi public 6. Kesehatan & keselamatan SOSIAL PERUSAHAAN Partisipasi CSR Dalam Gerakan Cikapundung Bersih 2009 CSR merupakan bagian dari PT. KA berpartisipasi dalam gerakan Cikapundung Bersih yang dilaksanakan oleh Pemkot Bandung. PT. KAI Daop 1 Jakarta, Salurkan Dana PKBL PT Kereta Api Indonesia (Persero) – Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta kembali mengucurkan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) kepada 6 (enam) usahawan kecil di lingkungan Daop 1 Jakarta. Kegiatan ini merupakan sebagai wujud kepedulian perusahaan terhadap lingkungannya. Pemberian bantuan kredit pembinaan usaha kecil tersebut diserahkan langsung oleh EVP 1 Jakarta Purnomo Radiq selaku Pembina Tim PKBL Daop 1, di ruang VIP stasiun Gambir , Senin, 12 Desember 2011. EVP Daop 1 Jak, Purnomo Radiq (kedua kiri) secara simbolis memberikan bantuan kredit pembinaan kepada salah satu mitra binaan. Kegiatan ini sebelumnya pernah diberikan kepada 4 (empat) usahawan kecil pada tahun 2010, tepatnya tangal 29 Nopember 2010 di ruang VIP stasiun Jakartakota. Dalam pengarahannya, EVP 1 Jakarta Purnomo Radiq selaku pembina PKBL Daop 1 mengatakan pemberian kredit usaha ini hendaknya dapat digunakan sebaik-baiknya sebagai modal awal untuk mengembangkan usaha yang selama ini telah dirintis. “Kami berharap, kepada penerima pinjaman kredit yang telah terpilih untuk dapat mengembangkan usahannya sehingga menjadi besar. Sehingga proses pengembalian uang lancar dan nantinya dapat digunakan oleh usahawan lainnya” pinta Radiq. Radiq menambahkan, tidak semua yang mengajukan pinjaman kredit di-approve karena sebelumnya harus diikutkan pada proses seleksi administrasi. Hal senada juga disampaikan Senior Manager Keuangan, Sutadi, selaku ketua PKBL Daop 1 Jakarta, mengatakan agar tidak menyulitkan penerima kredit hendaknya jika sudah waktunya membayar angsuran sebaiknya langsung dibayar. “Kalau sudah waktunya membayar angsuran sebaiknya cepat diselesaikan agar tidak menumpuk. Karena kelancaran dana tersebut dapat digunakan kembali oleh usahawan lainnya” ujar Sutadi. Enam usahawan yang lolos seleksi administrasi diantaranya: Hasyim Mustofa, dengan usaha Kios Klontong, Kurniawati , usaha pengangkutan barang/ekspedisi, Nurmah dengan usaha jasa pembayaran listrik online, Prihatin Budijono usaha kantin/ rumah makan, Wirama R dengan usaha rental mobil dan Fanty Anggraeni usaha Makanan dan minuman. (Humaska)



0 komentar:
Posting Komentar